Hello

HELLO FRIENDS ..
leave comment please :)

Senin, 11 April 2011

Berbelanja Bisa Bikin Hidup Lebih Lama

PENELITI mengungkapkan berbelanja ternyata bisa membuat orang panjang umur. Dengan berbelanja, Anda dapat bertemu orang lain, badan bergerak, dan mempertahankan pola makan yang sehat. Hasil penelitian diterbitkan dalam Journal of Epidemiology dan Community Health baru-baru ini.

Seorang pakar terkemuka di Inggris, David Oliver, mengatakan temuan itu masuk akal. Sebab, berbelanja melibatkan kegiatan fisik, interaksi sosial, dan membuat mental orang lebih aktif. Manfaat itu lebih terasa pada warga yang usianya di atas 65 tahun.

Penelitian dipimpin Dr Yu-Hung Chang dari Lembaga Ilmu Kesehatan Kependudukan Taiwan. Ia dan timnya meneliti hampir 2.000 pria dan wanita usia 65 tahun ke atas yang tinggal di rumah mereka sendiri.

Peneliti menemukan bahwa mereka yang secara berkala berbelanja hidup lebih lama daripada mereka yang berbelanja hanya satu kali satu pekan atau kurang. Peneliti juga memperhitungkan faktor-faktor seperti kelemahan fisik dan kemunduran kemampuan kognitif.

Mereka mengakui berbelanja mungkin adalah pertanda awal kesehatan yang bagus. Namun mereka juga secara tersirat mengatakan berbelanja itu sendiri bisa meningkatkan taraf kesehatan.

"Berbelanja sering untuk bersenang-senang dengan peluang untuk meningkatkan kondisi psikologi," ujar peneliti. "Jika dibandingkan dengan jenis kegiatan fisik santai lain, seperti gerak badan resmi, yang biasanya memerlukan motivasi dan terkadang petunjuk profesional, kegiatan berbelanja lebih mudah dilakukan dan dipertahankan."

Anak Kedua Lebih Sukses Dalam Hidupnya

Anak ke berapakah Anda Sebuah penelitian menemukan posisi anak memainkan peran dalam keberhasilan di masa depan. Dalam penelitian itu menunjukkan anak kedua lebih sukses dibanding anak pertama. Mau tau alasannya

Sebuah penelitian baru di Universitas Cambridge menunjukkan bahwa perdebatan antara saudara laki-laki dan perempuan benar-benar meningkatkan keterampilan sosial, kosakata, dan perkembangannya. Selain itu persaingan antar saudara juga dapat meningkatkan perkembangan mental dan emosional.

Dr Claire Hughes, dari Newnham College, Cambridge, mengatakan dalam siaran persnya. "Bukti kami menunjukkan pemahaman sosial anak-anak dapat dipercepat oleh interaksi mereka dengan saudara kandung dalam banyak kasus".

"Saudara yang lebih agresif adalah mereka yang sering membantah dan anak yang lebih tua menempatkan anak yang lebih muda di bawahnya sehingga semakin membuat mereka belajar pelajaran yang kompleks tentang komunikasi dan seluk-beluk bahasa," jelas Hughes.

Dalam penelitian ini, sebanyak 140 anak-anak berusia antara 2 hingga 6 tahun dianalisa perkembangan kognitif dan sosial mereka selama lima tahun. Para peneliti membawa anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah dan keluarga dengan orangtua remaja. Sekitar 43 persen dari anak-anak yang disurvei memiliki ibu yang merupakan anak pertama sewaktu remaja, dan 25 persen berasal dari keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Berbagai macam tes telah dilakukan termasuk pengamatan video dari perilaku mereka, dan kuesioner dengan orangtua, guru, dan anak-anak sendiri.

Peneliti berpandangan bahwa jatuhnya anak-anak mengembangkan persaingan mereka dan membantu mereka membentuk hubungan sosial di kemudian hari. "Ketika anak-anak berdebat dalam sebuah kasus membuat mereka benar-benar mendapatkan manfaat dari konfrontasi," katanya.

"Orangtua yang lelah dengan pertengkaran di antara anak-anak yang terus menerus harus mengambil kenyamanan, faktanya bahwa anak-anak mereka sedang belajar pentingnya keterampilan sosial".

"Saudara kedua berbuat lebih baik dalam pengujian kami, dan anak-anak yang memiliki pemahaman sosial yang lebih baik yang menjadi lebih populer di kemudian hari".

"Pandangan tradisional menunjukkan memiliki saudara laki-laki atau perempuan menyebabkan banyak kompetisi untuk mendapatkan perhatian orangtua dan cintanya".

Hughes menambahkan, "Anak-anak bisa mengajar orang dewasa beberapa hal karena mereka sering menyelesaikan perselisihan dengan cepat agar dapat bermain kembali," jelasnya.

"Anak-anak bisa menyadari keadilan antara mereka dan saudara mereka yang sulit dikelola orangtua, tapi perilaku ini hanya menunjukkan berapa besar kepedulian mereka".

Hughes mengatakan, anak-anak yang memiliki performa terbaik dalam melaksanakan tugas yang dirancang peneliti berada pada usia enam tahun. Mereka berasal dari keluarga yang ibunya melakukan percakapan dengan menguraikan ide-ide, menyorot perbedaan dalam sudut pandang atau menyesuaikannya dengan kesenangan anak.

"Banyaknya perhatian yang telah diberikan berdampak menguntungkan bagi anak-anak yang terlibat banyak percakapan dalam keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa kita perlu fokus pada dasar dan kualitas percakapan itu juga,"pungkasnya.

Sekarang tinggal Anda yang menilai, sesuaikah penelitian ini dengan kehidupan Anda

Liputan6.com, London

harian umum republika (history)


Republika adalah koran nasional yang dilahirkan oleh kalangan komunitas muslim bagi publik di Indonesia. Penerbitan tersebut merupakan puncak dari upaya panjang kalangan umat Islam, khususnya para wartawan profesional muda yang dipimpin oleh ex wartawan Tempo, Zaim Uchrowi yang telah menempuh berbagai langkah. Kehadiran Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia yang dapat menembus pembatasan ketat pemerintah untuk izin penerbitan saat itu memungkinkan upaya-upaya tersebut berbuah. Republika terbit perdana pada 4 Januari 1993.

Koran ini terbit di bawah bendera perusahaan PT Abdi Bangsa. Setelah BJ Habibie tak lagi menjadi presiden dan seiring dengan surutnya kiprah politik ICMI selaku pemegang saham mayoritas PT Abdi Bangsa, pada akhir 2000, mayoritas saham koran ini dimiliki oleh kelompok Mahaka Media.

PT Abdi Bangsa selanjutnya menjadi holding company, dan Republika berada di bawah bendera PT Republika Media Mandiri, salah satu anak perusahaan PT Abdi Bangsa. Di bawah bendera Mahaka Media, kelompok ini juga menerbitkan Majalah Golf Digest Indonesia, Majalah Parents Indonesia, stasiun radio Jak FM, radio Gen FM, Delta FM, FeMale Radio, Prambors, Jak tv, dan Alif TV Walau berganti kepemilikan, Republika tak mengalami perubahan visi maupun misi. Namun harus diakui, ada perbedaan gaya dibandingkan dengan sebelumnya. Sentuhan bisnis dan independensi Republika menjadi lebih kuat. Karena itu, secara bisnis, koran ini terus berkembang. Republika menjadi makin profesional dan matang sebagai koran nasional untuk komunitas muslim.

Direktur utama Republika saat ini adalah Erick Thohir.

Koran ini pada dasarnya bersifat idealis artinya harian tersebut didirikan dengan tujuan politis_ideologis. Menurut David T. Hill, Republika dibangun setelah ICMI mengidentifikasikan "musuh bersama", yaitu kelompok minoritas yang menguasai konglomerasi media yang sengaja menutupi kegiatan-kegiatan islam secara profesional.

Meningkatnya peran serta umat islam ditunjang dengan adanya ledakan kaum terdidik (intellectual booming) di kalangan kelas menengah kaum santri Indonesia. Program dan kebijaksanaan pendidikan orde baru secara langsung maupun tidak langsung telah melahirkan generasi baru kaum santri yang terpelajar, modern, berwawasan kosmopolitan, berbudaya kelas menengah, serta mendapat tempat dalam institusi-institusi modern.

Kelahiran harian Republika merupakan salah satu bagian dari program yang digagas atau dipelopori oleh bentuk program langsung dan unit badan otonom ICMI. Terbentuk atau berkembanglah PINBUK dengan ribuan BMT, Asuransi takaful, bank muamallat Indonesia, harian Republika, YAAB-Orbit, Masika, Alisa khadijah, mufakat, MKPD, Wisma Sakinah, CIDES, wakaf buku, Mafikibb, yayasan Bumi, LPBH.

Di Indonesia menyusul kelahiran ICMI, oleh kaum cendekiawan muslim lahir bank Muamallat Indonesia dan beberapa lembaga keuangan syariah lain, seperti asuransi dan lembaga pembiayaan keuangan non-bank. Dan dari kelompok sosial inilah muncul gagasan menerbitkan koran harian Republika yang mulai terbit 4 januari 1993. Dengan dukungan ICMI koran harian Republika kemudian dapat terdistribusi luas di berbagai daerah dan langsung menarik minat pembaca muslim khususnya yang tinggal di wilayah perkotaan.

Penerbitan Republika dinilai menjadi berkah bagi umat Islam. Sebelum masa itu, aspirasi umat Islam tidak mendapat tempat dalam wacana nasional. Kehadiran media ini bukan hanya memberi saluran bagi aspirasi tersebut, namun juga menumbuhkan pluralisme informasi di masyarakat. Karena itu kalangan umat Islam kemudian antusias memberi dukungan, antara lain dengan membeli saham sebanyak satu lembar saham per orang. Dan PT Abdi Bangsa Tbk sebagai penerbit Republika pun menjadi perusahaan media pertama yang menjadi perusahaan publik.

Keberhasilan republika disusul dengan kelahiran majalah Ummat di awal tahun 1995. yang mempunyai semangat yang sama untuk melayani kebutuhan masyarakat islam yang sadar politik karena waktu itu tidak ada majalah yang mengisi segmen tersebut.

Tetapi karena jarak kelahiran yang berbeda 4 tahun dari koran Republika, dan selama waktu tsb terjadi perkembangan politik yang tidak persis sama dengan ketika harian Republika dilahirkan dibawah pengelolaan PT. Abdi bangsa (ABBA), majalah Ummat dipandang sebagai pers yang mempunyai kecenderungan terhadap koran berbasis politik aliran. Dalam hal ini mereka menganggap telah mewakili aspirasi Umat Islam karena sejak berdiri diklaim oleh pendirinya sebagai salah satu "raison d'etre" berdirinya koran tsb. hal ini terlihat dari kepemilikan mayoritas saham PT. Abdi Bangsa yang dominan dipegang oleh orang-orang ICMI seperti Erick Tohir, B.J. habibie dan Adi Sasono. atau lebih tepatnya harian Republika dinilai kurang mewakili salah satu corak penafsiran Islam yang lebih "fundamentalistis". Hal tersebut dipandang karena lahirnya Republika Ummat secara lebih independen dengan semangat kewiraswastaan.

Walau berganti kepemilikan, Republika tak mengalami perubahan visi maupun misi, namun ada perubahan gaya dari sebelumnya. Adanya sentuhan bisnis independensi menjadikan Republika semakin kuat dan berkembang khususnya bagi komunitas muslim. Pertama kali terbit tampil dengan ”Desain Blok” (Modular Lay out) yang tak lazim, diikuti oleh koran-koran lain di Indonesia.

Minggu, 10 April 2011

how to be a good secretary

How do you become a good secretary? Here are eight aspects that all “super secretaries” share.
  • Organized and detail oriented — No matter how disorganized the other people in the office are, a super secretary is well organized. “A place for everything and everything in its place” is the motto of a good secretary. We’re not just talking about pens and pencils being kept in their proper holders, we’re talking about important papers, the order of tasks to be completed, sometimes even complex tasks like payroll which need to be organized within an inch of their lives. The secretary is the first to arrive, get organized, and plan the day — as well as the last to leave with a plan for what will be tackled tomorrow. As for detail oriented — nothing escapes the super secretary. These vital office employees have names and dates memorized as well as intricate details about the business.
  • Perform tasks quickly and efficiently — There are always going to be employees who drag their feet no matter the task at hand. The secretary or administrative assistant should always be aware of the time required for a certain task and try to beat that time. Performing a task quickly doesn’t always mean at top speed — that’s where that little word ‘efficiently’ comes in. A task that is completed hastily and sloppily won’t do anyone any good. The best secretaries know how to strike the perfect balance between speed and good work.
  • Possess basic editing skills — Even if the secretary’s job description includes nothing about editing, word processing, or taking notes, a super secretary is prepared to edit the boss’ Christmas card to clients, organize a cabinet of file folders, clean up a memo to employees, or handle any word processing or typing needs the boss may have. Good secretaries have typing speeds up towards triple digits, practice their typing skills at home, and can proofread a written document in a short amount of time.
  • Display a positive image for the company — Since the secretary is often the first face that a client or customer meets upon entering the building, the secretary offers that vital “first impression” that is so important in any business relationship. The secretary should appear busy, but not standoffish — at work, but happy to help. If the secretary displays a negative image, a worried look or a rushed appearance or expression, then the client or customer will draw certain conclusions about the business. As the primary ambassador for any business, the secretary or assistant must show a positive energetic face.
  • Focused on solutions — So many of us focus on the negatives, zero in on problems without ever considering things from a positive point of view. A good secretary or personal assistant will constantly see things on the bright side, keeping the boss and other employees’ attitudes positive. When a secretary is focused on solutions, that secretary is more able to help get through a problem. This small facet of a super secretary is vital to the running of any business, as we all lose sight of our goals from time to time. A good secretary is a motivator.
  • Always learning new skills — Because technology and the world of business are always changing, a good assistant will constantly be on the lookout for ways to improve his or her technical savvy or ability to keep up at work. Whether it is a new version of a popular software used for day to day business or the ins and outs of new social networking media that can improve the company’s profile, a super secretary is never really “out of training”.
  • Does work with a smile — Though a good secretary or assistant is as much a hard worker as they are a grinning face, that smile goes a long way to keep up the office morale. Even when days get tough, when the fax machine is broken and it is pouring rain outside and there’s no one to fix the toilets and the network is down — the super secretary is there with a smile and a positive message. No matter how hard the work, a good assistant should always seem to be in good spirits.
  • Professional appearance and demeanor — No secretary or assistant worth their carbon copy paper can show up to work looking less than 100%. This isn’t to say that you have to have a model-caliber body to be an effective assistant, just that your outward looks dictate your inward state. Dress appropriately, professionally, and treat everyone as an equal.

howtoguides365

Kamis, 17 Maret 2011

Manfaat minum kopi

Manfaat kopi yang paling populer adalah membuat rasa kantuk hilang dan semangat kembali datang. Padalah banyak hal lain yang bisa didapatkan saat kita minum kopi.

Sebuah penelitian yang dilakukan psikolog Australia dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa, secangkir kopi juga bisa mengakibatkan perubahan sikap seseorang. Penelitian itu dilakukan dengan cara yang cukup sederhana. Seperti dikutip dari Genius Beauty, para peneliti meminta opini dari sekelompok objek penelitian mengenai suatu hal. Namun setelah itu, para objek penelitian itu dbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama tidak diberi kopi, dan yang kedua diberi kopi.

Setelahnya, kedua kelompok tadi diberi pandangan yang berbeda dengan opini mereka. Kelompok yang tidak minum kopi bersikap lebih 'kaku' dan tetap bertahan pada pendapat mereka. Sedangkan sebaliknya, kelompok yang minum kopi lebih mudah diarahkan. Mereka juga bersikap lebih fleksibel dan berusaha mencari titik tengah antara pandangan baru serta opini pribadi mereka.

Para ahli mengambil kesimpulan bahwa kopi juga berpengaruh pada perubahan sikap para objek penelitian tadi. Kopi dapat memperlancar peredaran darah, sehingga mengurangi rasa stress dan tekanan dalam pikiran seseorang. Sehingga membuat mereka lebih fleksibel dan lebih mudah menerima masukan dari orang lain.